Published On: Tue, Apr 5th, 2016

Peserta UNBK di Rembang Stres Listrik Tiba-tiba Mati

Siswa SMK NU Lasem kembali mengerjakan soal UNBK, setelah sempat terganggu dengan padamnya listrik selam 20 menit, Selasa (5/4/2016). (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

Siswa SMK NU Lasem kembali mengerjakan soal UNBK, setelah sempat terganggu dengan padamnya listrik selam 20 menit, Selasa (5/4/2016). (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

 

Koran Muria, Rembang – Ujian Nasional (UN) hari kedua, Selasa (5/4/2016) di Kabupaten Rembang terganggu akibat padamnya listrik di wilayah Lasem. Padamnya listrik itu, berpengaruh terhadap sekolah yang menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Di wilayah itu, ada tiga sekolah yang tengah menyelenggarakan UNBK, dan terganggu akibat padamnya listrik. Bahkan siswa peserta UNBK juga sempat stres lantaran pengerjaan soal sempat terhenti hingga hampir setengah jam gara-gara listrik tak kunjung menyala.

Tiga sekolah penyelengara UNBK yang terdampak padamnya listrik itu yakni SMK NU Lasem, SMK Avicenna Lasem, dan SMK Umar Fatah Punjulharjo, Rembang.

Listrik di daerah itu padam pada saat UN berjalan pada tahap kedua, sekitar pukul 10.35 WIB. Pada saat itu, pelaksanaan ujian sudah berlangsung, sehingga ketika listrik padam, pihak sekolah harus pontang panting menyiapkan genset.

Kepala SMK NU Lasem Arif Dimyati mengatakan, akibat padamnya listri k itu pengerjaan UNBK menjadi terganggu. Di sekolahnya menurut dia, proses UNBK harus berhenti sekitar 20 menit, karena untuk menyalakan listrik menggunakan genset.

Listrik dari genset baru bisa mengalir di sekolah itu sekitar pukul 10.55 WIB, dan proses ujian kembali berlangsung.

Sehingga, listrik kembali menyala sekira pukul 10.55 WIB. “Ketika listrik padam, para siswa kami minta untuk tenang dan tidak khawatir. Mereka beristirahat sejenak sambil menunggu listrik menyala dengan genset,” imbuhnya.

Dijelaskan olehnya, meski listrik padam namun tidak mempengaruhi durasi waktu pengerjaan soal ujian. “Untuk aturannya, tidak mengurangi waktu pengerjaan ujian. Jadi, total waktunya tetap dua jam penuh,” tandasnya.

Menurutnya, pihaknya juga berkoordinasi dengan sekolah lain yang mengalami masalah tersebut. Dan menurunya, permasalahan listrik padam itu sudah terselesaikan denagn genset.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-