Published On: Wed, Apr 6th, 2016

Dewan Rembang Desak SBAP Dicabut dari Operator Pelabuhan Tanjung Bonang

Puji Santoso, Mantan Ketua Pansus Pelabuhan Tanjung Bonang. (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

Puji Santoso, Mantan Ketua Pansus Pelabuhan Tanjung Bonang. (KORAN MURIA / AHMAD WAKID)

 

Koran Muria, Rembang – Kalangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rembang mendesak PT SBAP agar dicabut perannya sebagai operator Pelabuhan Tanjung Bonang Rembang. Hal ini sesuai dengan rekomendasi dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Jawa Tengah yang telah mengaudit operasional pelabuhan tersebut.

Mantan Ketua Pansus Pelabuhan Tanjung Bonang Puji Santoso, mengatakan hasil rekomendasi BPKP itu telah dipaparkan dalam rapat antara DPRD dengan Bupati Rembang Abdul Hafidz di Ruang Rapat Bupati Rembang, Selasa (5/4/2016) petang kemarin.

Dalam rekomendasinya, BPKP meminta agar operator pelabuhan dikembalikan kepada PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) selaku operator yang sah.

Namun masih ada kendala soal penghentian SBAP, yaitu apakah penghentian dilakukan oleh bupati atau oleh Menteri Perhubungan. “Bupati masih menanti petunjuk soal penghentian SBAP. Apakah oleh bupati atau oleh Menteri Perhubungan,” bebernya.

Puji mengatakan, keberadaan PT SBAP dilatari oleh klaim dari PT Amir Hajar Kilsi (AHK) atas kepemilikan 25 hektare lahan di areal Pelabuhan Tanjung Bonang, yang dikerjakan dengan investasi sebesar hingga Rp 67 miliar. SBAP kemudian menyebut diri sebagai badan usaha pelabuhan atau BUP.

Namun ketika BPKP merekomendasikan penghentian SBAP sebagai operator pelabuhan, maka dari pemahamannya, SBAP tidak lengkap secara BUP. “SBAP hanya bermodalkan akta notaris dari kenotariatan alias belum disahkan sebagai BUP oleh Kemenhub,” terangnya.

Karena dianggap ilegal, maka SBAP diminta untuk dihentikan. Hal itu berbeda dengan PT PRK yang selama pembahasan di pansus kala itu, diketahui berizin BUP lengkap dari Menteri Perhubungan. PT PRK merupakan anak perusahaan PT RBSJ yang dibentuk bersama PT Bangun Arta Kencana.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-