Published On: Wed, Apr 20th, 2016

Kapal Cantrang Tak Melaut, Rembang Kehilangan Banyak Pendapatan dari Perikanan

NELAYAN JARING IKAN MIYANG Cantrang

Koran Muria, Rembang – Tahun ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang, bakal kehilangan banyak pendapatan dari sektor perikanan. Hal ini disebabkan, kapal-kapal cantrang milik nelayan tak bisa melaut, karena terbentur aturan.

Padahal kapal cantrang menyumbang 30 persen dari produksi ikan tangkap di Rembang. Selain itu, besaran retribusi raman yang berkurang seiring perubahan perda yang ada juga menjadi faktor penyumbang semakin sedikitnya pendapatan yang akan diterima pemkab.

Dalam perda sebelummya yakni Perda Nomor 4 Tahun 2009, besaran raman yakni 3,5 persen, dan pada perda baru yakni Perda Nomor 8 Tahun 2014, besarannya menyusut menjadi 2,85 persen saja.

Kepala Unit Pelayanan Tekhnis Pengelolaan dan pengembangan Usaha Perikanan (UPT PPUP) Dinas Kelautan dan Perikanan (Dinlutkan) Rembang Sahronoi menyebut, dengan perubahan perda itu maka akan terjadi penurunan retribusi dari 10 tempat pelelengan ikan (TPI) yang ada di Rembang.

“Dengan perubahan perda itu, terjadi penyusutan PAD sekitar Rp 2,4 miliar, atau sekitar 17 persen dari tahun 2014 dan 2015,” katanya kepada wartawan, Rabu (20/4/2016).

Pada tahun 2014 lalu, hasil tangkapan nelayan Rembang tercatat sebanyak 61 ribu ton lebih. Dengan hasil tangkapan itu nilai raman berkisar Rp 398 miliar dan menghasilkan pungutan retribusi sekitar Rp 13,9 miliar.

Sedangkan tahun 2015, cukup beruntung karena harga ikan tengah melambung. Sehingga dengan hasil tangkapan skeitar 61 ribu ton, mampu terjual Rp 406 miliar. meski demikian retribusi yang didapatkan turun menjadi Rp 11,5 miliar.

Dengan kondisi ini tahun ini, maka retribusi yang diperoleh dari sektor perikanan akan semakin merosot. Apalagi ditambah dengan dampak tak melautnya kapal cantrang, akibat adanya pelarangan dari Menteri Perikanan dan Kelautan.

“Selama ini kapal cantrang menyumbang 30 persen dari tangkapan ikan setahun. Sehingga retribusi untuk tahun ini diprediksi menurun dari tahun lalu, namun hal ini bukan hanya terjadi di Kabupaten Rembang saja,” terangnya.

Ditambahkan, hambatan yang mempengaruhi hasil tangkapan ikan tidak stabil adalah anomali cuaca dan terjadinya penjualan ikan di luar dermaga. Sedangkan retribusi untuk pemda maupun yang dipungut KUD dipengaruhi adanya kekurangan pembayaran lelang ikan (KPLI) oleh para bakul yang belum membayar lunas transaksi pembelian ikan.

Editor : Ali Muntoha

About the Author