Published On: Tue, Apr 26th, 2016
Pati | By

Investor Diminta Majukan Pati Melalui CSR dan Rekrut Tenaga Kerja Lokal

Bupati Pati Haryanto bersama para calon investor di Pati tengah menjadi narasumber dalam Dialog Investasi di Pasar Pragola. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Bupati Pati Haryanto bersama para calon investor di Pati tengah menjadi narasumber dalam Dialog Investasi di Pasar Pragola. (KORAN MURIA / LISMANTO)

Koran Muria, Pati – Bupati Pati Haryanto mengajak para investor di Pati untuk memajukan daerah melalui corporate social responsibility (CSR) dan rekrutmen tenaga kerja lokal. Hal itu diharapkan agar perusahaan di Pati bisa meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengajak kepada para investor dan calon investor di Pati, untuk bisa memajukan daerah dengan CSR yang proporsional. Termasuk rekrutmen tenaga kerja lokal. Dengan demikian, keberadaan perusahaan di Pati memberikan manfaat dan kesejahteraan bagi warga,” ujar Haryanto, Selasa (26/4/2016).

Dalam dialog investasi yang digelar di Pasar Pragola, Senin (25/4/2016), Suroso, peneliti dari Kantor Litbang Pati mempertanyakan berapa jumlah tenaga kerja lokal yang akan dipekerjakan dan proporsi CSR yang disalurkan untuk masyarakat Pati bila PT Indocement dan pabrik jagung Vanguard Group Agriculture berdiri di wilayah Pati selatan.

Dari pertanyaan itu, Haryanto meminta kepada Direktur Utama PT Indocement Christian Kartawijaya dan CEO Vanguard Group Agriculture Lunardi Widjaja, untuk berkomitmen menyejahterakan warga setempat melalui CSR dan penyerapan tenaga kerja lokal.

“Komitmen itu harus dilakukan. Keberadaan perusahaan di Pati harus bisa membuka lapangan pekerjaan baru untuk masyarakat,” kata Haryanto.

Christian mengatakan, PT Indocement selama ini sudah memulai CSR kendati pabrik semen belum dibangun di Pati. “Kalau belum dibangun saja sudah ada CSR, apalagi nantinya kalau kami jadi membangun pabrik semen dengan investasi senilai Rp 7 triliun di Pati. Kami pastikan CSR dan pemberdayaan masyarakat akan berjalan. Penyerapan tenaga lokal juga pasti dilakukan,” ungkap Christian.

Dikatakan, PT Indocement ke depan membutuhkan sekitar 1.650 tenaga kerja lokal, yang akan dipekerjakan dalam proyek pembangunan. Setelah beroperasi, pihaknya membutuhkan 800 orang.

“Sebanyak 300 orang adalah tenaga ahli dari Indonesia, sedangkan sisanya sebanyak 500 orang akan diambilkan dari tenaga kerja lokal,” imbuh Christian.

Beda halnya dengan Lunardi Widjaja. Calon investor yang akan mendirikan pabrik pengeringan jagung di Sukolilo itu mengatakan, keberadaan pabrik jagung itu sendiri dikatakan sebagai CSR. Pasalnya, keberadaan pabrik pengeringan jagung yang menyerap 7.200 hektare lahan jagung, akan menyerap sekitar 14.000 petani jagung.

“Petani dengan modal Rp 3 juta per hektare, panen terbaiknya mencapai 8 ton, yang bila dijual bisa mencapai Rp 16 juta. Bukankah itu sudah termasuk CSR? Karena itu, jadilah juragan-juragan jagung,” tuturnya.

Menurutnya, Kabupaten Pati adalah daerah ramah investor. Prosedur dan kebijakan daerah dinilai sangat mendukung bagi para calon investor untuk menanamkan modalnya di Bumi Mina Tani. Tak ayal, roda ekonomi di Pati saat ini melesat dan berkembang pesat.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-