Published On: Wed, Apr 27th, 2016
Blora | By

Pansus 1 DPRD Blora Kuatir Pilkades Akan Picu Koflik di Masyarakat

Pilkades

Koran Muria, Blora – Ketua Pansus I DPRD Blora Siswanto khawatir Pilkades mulai tahun ini akan memicu konflik. Selain adanya batasan calon maksimal lima, Pilkades juga tidak bisa dilaksanakan dengan satu kandidat. Hal itu seperti dijelaskan dalam Permendagri Nomor 112 Tahun 2014 tentang pilkades.

Ia menyebutkan, dalam peraturan tersebut tidak diperbolehkan jika ada satu kandidat melawan bumbung kosong. ”Dalam peraturan tersebut dijelaskan, minimal dua dan maksimal lima calon,” katanya.

Dirinya pun telah mengkonsultasikan ke pihak Kemendagri, dalam konsultasinya Kemendagri tetap tak memperbolehkan melawan bumbung kosong. Praktis, adanya batasan calon kades itu membuat desa yang akan menggelar pilkades tak diperbolehkan melawan bumbung kosong.

”Sudah kami konsultasikan dengan kemendagri dan tidak boleh melawan bumbung kosong,’’ ujar Siswanto.

Politisi Partai Golkar itu menerangkan, jika hanya ada satu calon, maka pelaksanaan pilkades akan ditunda, dan menunggu hingga ada calon lain mendaftar, atau bahkan pelaksanaan pilkades bisa mundur beberapa tahun lagi ke belakang, jika memang pelaksanaan pilkades dilakukan secara serempak.

Kadangkala, untuk mensiasati jika hanya ada satu calon, terkadang calon tersebut mengambil keluarganya untuk mencalonkan diri sebagai pesaing. “Tak jarang ada istrinya atau suami yang disuruh maju sebagai pesaing, atau anaknya, menantunya dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Ia pun menilai adanya pembatasan pada pilkdes memang akan memicu polemik. Bahkan, ada membuat konflik. ”Tapi mau bagaimana lagi. ini aturan yang ada. Bahkan kami juga sudah pernah berkonsultasi ke kemendagri tapi juga sarannya tetap sama,’’ jelas dia.

Untuk itu, dalam perda pilkades nanti akan mengatur lebih detail yang belum diatur oleh mendagri dalam peraturannya. Dengan begitu, pilkades bisa berjalan dengan lancar tanpa kendala.

Editor: Supriyadi

About the Author

-