Published On: Wed, May 4th, 2016

Awas! PNS Malas-malasan di Rembang Tunjangannya Bakal Dipotong dan Dipecat

 

Abdul Hafidz, Bupati Rembang. (KORAN MURIA / KHOLISTIONO)

Abdul Hafidz, Bupati Rembang. (KORAN MURIA / KHOLISTIONO)

 

Koran Muria, Pati – Pemkab Rembang tak hanya mempermalukan pegawai negeri sipil (PNS) yang tak displin, dengan memakaikan kalung tanda merah, tetapi juga menerapkan sanksi yang lebih tegas. PNS di daerah ini yang sering bolos ataupun malas-malasan, bakal kehilangan tunjangan penghasilan, dan yang lebih berat bakal dipecat.

Ancaman ini dikeluarkan Bupati Rembang Abdul Hafidz. Menurut dia, PNS yang terlambat masuk kantor tak hanya dikalungi tanda merah, tapi juga namanya dicatat Satpol PP dan dilaporkan ke atasan pegawai tersebut. Di sini akan terlihat siapa pegawai yang sering datang terlambat dan tidak.

“Jika sering terlambat, sanksi tegasnya pemotongan tunjangan penghasilan. Hal seperti ini kan, tentunya merugikan diri mereka sendiri. Bahkan tidak menutup kemungkinan diberhentikan, jika memang sesuai dengan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Kedisiplinan Pegawai,” katanya, Rabu (4/5/2016).

Bahkan dalam kurun waktu dua bulan di 2016 ini saja, sudah ada tiga PNS yang dipecat. Mereka yang dipecat ini karena dianggap melanggar aturan kedisiplinan pegawai. Tak hanya itu saja, 2 PNS juga dibebaskan dari jabatan.

Penyebabnya juga sama, yakni karena faktor kedisplinan pegawai yang dinilai sangat kurang dan harus diberikan sanksi tegas atas pelanggaran yang telah dilakukan.

“Dalam dua bulan saja, saya sudah berhentikan dengan hormat PNS sebanyak 3 orang, dan 2 orang lagi dibebaskan dari tugas. Ini merupakan bentuk sanksi yang memang harus diberikan kepada mereka yang tidak menaati peraturan,” ujar Abdul.

Ia berharap, sanksi tegas yang diberikan kepada mereka ini, bisa menjadi bahan evaluasi bagi PNS lainnya agar bisa meningkatkan kinerjanya. Sehingga, ke depan tidak ada lagi PNS yang dipecat, karena tidak mematuhi aturan mengenai kedisplinan.

Untuk itu, dia meminta kepada pegawai di lingkup Pemkab Rembang untuk terus meningkatkan disiplin. Karena menurutnya, disiplin sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan kualitas sumber daya manusia.

Sehingga, dengan kedisplinan tersebut, nantinya sistem birokrasi lebih baik dan pembangunan di Rembang juga semakin maju.

“Disiplin itu menjadi salah satu faktor penting untuk kemajuan kita. Lihat saja bagaimana Jepang yang saat ini begitu maju. Salah satunya ya karena mereka disiplin dalam bekerja. Disiplin di sana sudah menjadi budaya,” imbuhnya.

Lebih lanjut dirinya berharap, pola-pola kinerja PNS yang terkadang banyak untuk dibuat ngerumpi atau hal lain yang kurang bermanfaat, mulai sekarang untuk diubah. Hal ini, supaya program yang telah dicanangkan pemerintah bisa berjalan maksimal.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-