Published On: Tue, Jan 31st, 2017

PKL Depan SD Kutoharjo Rembang jadi Biang Macet

Anggota Satpol PP Rembang menertibakan pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan KH Mansyur Rembang. (Humas Setda Rembang)

Anggota Satpol PP Rembang menertibakan pedagang kaki lima yang berjualan di Jalan KH Mansyur Rembang. (Humas Setda Rembang)

 

Koran Muria, Rembang – Lalu lintas di Jalan KH Mansyur Rembang, setiap hari selalu semerawatut dan macet. Terutama di depan SD Kutoharjo IV dan SD Kuotharjo VI Rembang. Kesemerawutan muncul terutama pada jam-jam sekolah.

Hal ini disebabkan tak tertibnya para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di bahu jalan depan sekolah. Selain itu diperpoarah para orang tua yang berhenti secara sembarangan saat menjemput anak-anak mereka. Kondisi ini banyak dikeluhkan pengguna jalan, karena sering terjebak saat melintas di jalan tersebut.

Hal ini seperti yang dialami Imam Rudi. Warga Desa Tasikagung, Rembang, itu setiap hari melintas di jalan tersebut. Ia mengaku sering terjebak macet saat jam pulang sekolah.

Keluhan ini langsung direspon aparat Satpol PP Rembang yang menerjunkan angotanya untuk menertibkan para PKL yang berjualan di bahu sekolah. Senin (30/1/2017) kemarin Satpol PP menertibkan pedagang dan menyuruh mereka untuk pindah ke trotoar agar tak mengganggu lalu lintas.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Rembang, Nurwanto mengatakan, penertiban pedagang di area tersebut karena sering membuat macet saat jam pulang sekolah. Para pedagang yang berjualan di badan jalan persis di depan SD Kutoharjo IV dan SD Kutoharjo VI sering memicu kemacetan.

Ditambah para orang tua yang menjemput anaknya ketika jam pulang sekolah berhenti disembarang tempat membuat ruas jalan tersebut semakin menyempit.

“Di sini kalau jam-jam pulang sekolah macet,karena kurang tertibnya penjemput dan pedagang. Kita bersinergi dengan kepala sekolah, hak-hak pengguna jalan tetap terpenuhi dan pedagang juga masih bisa berjualan,yang terpenting kemacetan tidak terjadi lagi,”ujarnya dikutip dari rembangkab.go.id.

Ia juga mengimbau kepada orang tua siswa yang mau menjemput anaknya bisa parkir tertib di dekat trotoar. Jikapun ingin membeli jajanan bisa turun dari motor, tidak sambil naik motor yang membuat semerawut jalan.

Pihaknya akan memantau setiap harinya di jam-jam pulang sekolah, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sementara sesuai permintaan pihak sekolah setempat,pedagang diminta berjualan di trotoar namun tidak nempel di pagar sekolah tetapi lebih maju.

Agus,penjual pentol bakso keliling mengaku setuju jika harus berjualan di atas trotoar. Terlebih para pedagang masih bisa berjualan,hanya masalah tempat tidak masalah yang penting tujuannya baik. “Iya setuju. Yang penting kita masih bisa berjualan,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-