Published On: Sat, Feb 11th, 2017
Jepara | By

Isak Tangis Bocah Empat Tahun Warnai Kampanye Paslon Subroto-Nuryaman

Seorang anak berusia empat tahun sedang menangis di pelukan ibunya setelah sempat terjepit di kerumunan massa saat kampanye Paslon Sulaiman di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Meski berlangsung meriah, kampanye terbuka Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Jepara nomor 1 Subroto-Nuryahman (Sulaiman) di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017) mendapat sorotan warga.

Itu lantaran, kampanye yang diikuti ribuan simpatisan dan pendukung Sulaiman diiringi isak tangis bocah berusia empat tahun. Bocah yang diketahui dari Kalurahan Ngemplak, Kecamatan Jepara itu menangis karena terjepit ditengah kerumunan pendukung hingga akhirnya diselamatkan panitia.

Dari pantauan di lapangan, anak di bawah tersebut datang bersama ibu dan saudara perempuannya untuk mengikuti kampanye terbuka yang menghadirkan orkestra New Palapa. Karena kondisi lapangan belum banyak peserta kampanye, mereka merapat ke depan panggung untuk melihat sang idola.

Nahas, saat hiburan dimulai, hujan langsung mengguyur dengan lebat. Ribuan peserta kampanye pun langsung bergoyang. Akibatnya, mereka terjebak dikerumunan massa dan tak bisa keluar hingga membuat bocah tersebut menangis.

Beruntung, pihak keamanan langsung tanggap dan menghampiri untuk mengevakuasi anak tersebut dari depan panggung (diluar pagar) untuk dipindahkan ke dalam pagar. Hanya saja, kedua perempuan tersebut ketinggalan.

Kampanye Terbuka, Marzuqi Ajak Warga Jepara Cerdas Pilih Pemimpin

Akibatnya, anak tersebut semakin menangis karena terpisah dengan keluarga. Karena tangisan tak kunjung berhenti, kedua perempuan tersebut akhirnya dimasukkan ke dalam panggung melalui pintu belakang.

Dihadapan para awak media, dua perempuan tersebut tak mau banyak berkomentar. Saat ditanya nama dan alamat mereka hanya menjawab seadanya sambil berlalu pergi dari lokasi kampanye.

”Dari Ngemplak, Kota (Kecamatan Jepara,red). Tadi belum ramai tapi setelah ramai malah begini,” kata salah satu perempuan tanpa menyebut nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Panwas Jepara Arifin menjelaskan jika keeradaan anak-anak dalam kampanye tak diatur secara spesifik. Karena itu ia akan melakukan kajian terlebih dahulu.

”Kalau membawa anak kecil itu memang tidak diatur dalam aturan secara spesifik. Namun, bila anak kecil tersebut memakai kaos atau seragam paslon, maka akan kita tegur,” kata Arifin.

Hanya, dalam pengamatannya, anak-anak yang mengikuti kampanye tidak ada yang mengenakan kaus paslon. Praktis mereka tak melanggar. Meski begitu, ia akan melakukan koordinasi dengan semua elemen terkait hal tersebut.

Di sisi lain, ia juga menyeyangkan adanya saweran uang yang diberikan oleh salah satu pendukung kepada penyanyi dangsut. Lagi-lagi, ia pun akan menelaah terlebih dahulu sebelum mengambil langkah.

“Tadi saya juga lihat ada artis dangdut yang disawer oleh penonton. Namun kita akan menelaah dahulu. Sebab yang disawer itu kan biduan dari daerah Luar Jepara. Beda lagi bila artis yang disawer itu orang Jepara yang mempunyai pilih di Jepara. Maka itu bisa dikatakan bagi bagi uang,” bebernya.

Hal senada diungkapkan, Komisioner KPU Jepara Subchan Zuhri. Ia pun sependapat jika kampanye sembari membawa anak kecil memang tidak diatur dalam aturan.

”kalau dilihat di PKPU nomo 12 tahun 2016 tentang Kampenye Pilkada pasal 66 memang tidak mengatur secara spesifik mengenai anak kecil. Hanya saja aturan tersebut mengatur bahwa pihak TNI, Polri, pejabat BUMN, BUMD, ASN, perangkat desa tidak diperbolehkan untuk mengikutinya,” tegasnya.

Sulaiman Janjikan Warga Jepara Bakal Jadi Juragan

Calon Wakil Bupati Jepara Nur Yahman saat menyampaikan orasinya dihadapan ribuan simpatisan di Alun-alun II Jepara, Sabtu (11/2/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Sementara itu, dalam orasinya Calon Wakil Bupati Jepara Nur Yahman berjanji akan berusaha menyejahterakan warga Jepara. Apalagi, saat ini ekonomi di Jepara dinilai cenderung menurun karena persaingan global.

”Bila Sulaiman (Subroto-Nur Yahman) terpilih jadi Bupati dan wakil Bupati, maka akan membangun Jepara dengan sebaik-baiknya. Paling tidak, jadi juragan. Dan tidak ada yang jadi kuli. Tidak boleh miskin. Sehingga Jepara ini bisa mendunia,” katanya.

Hal itu, lanjutnya, bisa dilakukan oleh pemimpin yang memiliki visi dan misi yang jelas. Sedangkan visi misi yang diusung Sulaiman untuk menyejahterakan masyarakat Jepara.

”Kami ingin jadi pemimpin yang bisa mengayomi masyarakat. Kami yakin, kami bisa. Karena itu, jangan sampai salah pilih di 15 Februari nanti,” tegasnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

-