Published On: Sat, Feb 18th, 2017
Jepara | By

Klarifikasi Dugaan Money Politics di Sowan Lor, Panwascam Kedung Dipanggil Panwas Jepara

Ketua Panwascam Kedung Abdul Hakim saat dipanggil Panwas Jepara, Sabtu (18/2/2017). (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Jepara – Salah satu temuan panwas terkait dugaan money poltics yang diduga dilakukan salah satu anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, Ahmad Baidowi ternyata belum berakhir.

Ketua Panwascam Kedung Abdul Hakim, PPK Kedung, PPS Sowan Lor, Ketua KPPS, dan terduga money politics Ahmad Baidowi dipanggil Panwas Jepara untuk dimintai keterangan, Sabtu (18/2/2017).

Kepada Koran Muria, Abdul Hakim menjelaskan, Ahmad Baedowi bukan tim sukses salah satu calon. Hanya saja, ia disuruh menemani seseorang yang diduga menjadi timses untuk menunjukan rumah warga yang ada di area TPS 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung pada Selasa (14/2/2017) petang yang diduga akan diberikan amplop berisi uang atau money politics

”Menurut pengakuan Pak Baedowi, kejadian itu terjadi setelah maghrib hingga Isya. Itupun dia baru menunjukan 5 rumah warga yang ada di area TPS tersebut,” kata Hakim.

Kekurangan Bukti, Dugaan Money Politics di Pilkada Jepara Sulit Ditindak

Sementara itu, Hakim juga menegaskan jika Ahmad Baedowi itu bukan anggota KPPS. Ia baru calon anggota KPPS. Itu karena pengangkatan dan pengambilan sumpah anggota KPPS itu  baru akan dilaksanakan pada Rabu (15/2/2017) pagi pukul 07.00 WIB. Sedangkan kasus itu terjadi pada Selasa (14/2/2017) sekitar habis Maghrib.

Hal senada diungkapkan Ketua PPS Sowan Lor, Kecamatan Kedung Kasdono. Ia pun mengakui jika terduga Baedowi bukan anggota KPPS. ”Iya benar yang bersangkutan bukan anggota KPPS,” tegasnya.

Hanya, saat disinggung mengenai kronologi terungkapnua kasus tetsebut, ia menjelaskan, kasus tersebut berawal dari sebuah pesan singkat dari nomor tidak tidak dikenal yang masuk kepada petinggi Sowan Lor.

“Informasi itu justru saya tahu dari petinggi sowan lor. Dan SMS atau pesan singkat mengenai informasi tersebut yabg masuk ke petinggi pun nomornya tidak jelas (nomornya tidal ada namanya),” bebernya.

Panwas Temukan Banyak Kesalahan di Pilkada Jepara, Ini Perinciannya

Setelah mendapati informasi tersebut, PPS, PPK, Satpol PP Kecamatan, Panwascam, KPPS, Bahbainkamtibmas dan yang bersangkutan menggelar rapat kecil.

“Di saat rapat, sudah merumuskan hasilnya. Yakni yang bersangkutan di gantikan oleh orang lain. Sehingga kinerja KPPS bisa berjalan dengan baik saat pilkada,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Panwas Jepara Arifin mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih mengklarifikasi pihak pihak terkait, termasuk terduga. Tujuannya supaya bisa mengetahui secara pasti permasalahannya seperti apa.

Selain itu, saat disinggung mengenai apakah nantinya bisa mengarah ke unsur pidana, pihaknya pun belum bisa menjawab dengan tegas.

“Saya belum bisa masuk ke ranah itu. Sebab itu perlu klarifikasi yang lebih lanjut. Apalagi untuk masuk ke ranah itu harus bisa ada bukti yang kuat. Akan tetapi klarifiaksi itu akan dikembangkan lagi dan di Jadwalkan pada Senin besok terhadap saksi saksi yang lainnya,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-