Published On: Wed, Mar 22nd, 2017

Hebat, Bisnis Sampingan Warga Rembang Ini Tembus Rp 15 Juta Per Bulan

Salah seorang karyawan Mifta Givi Pantura mencoba menggaet konsumen di salah satu komunitas motor beberapa waktu lalu. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Bisnis aksesoris kendaraan sepertinya tak ada matinya. Buktinya, warga Lasem, Kabupaten Rembang ini berhasil meraup omzet hingga Rp 15 juta tiap bulan. Padahal, kerjaannya terbilang cukup ringan.

Ia adalah Miftachussolichin. Pria berusia 30 tahun ini berhasil mendapat uang belasan juta dengan menjual beragam aksesoris kendaraan. Mulai dari box motor, jaket, sarung tangan, masker, lampu variasi, hingga sepatu biker.

Apiknya, bisnis aksesoris tersebut bukan mata pencaharian utama pria yang akrab dipanggil Chuso. Bisnis tersebut hanya sambilan yang dilakukan dengan memanfaatkan waktu luangnya bersama komunitas Yamaha Vixion Club Indonesia (YVC-I) Rembang.

Kepada Koran Muria, pria yang berprofesi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Rembang ini menceritakan, di tahun 2005 ia bergabung dengan komunitas YVC-I Rembang.

Di komunitas tersebut ia mendapat banyak informasi. Mulai dari cara memperbaiki motor hingga menyulap kendaraan menjadi matching dan keren.

Setelah berjalan hampir enam tahun, tepatnya di tahun 2011, ia mulai berfikir bagaimana caranya untuk bisa memanfaatkan hobi dan informasi tersebut dengan positif. Terlebih lagi bisa untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Akhirnya, ia pun mencoba berjualan aksesoris kendaraan kepada rekan-rekannya se-komunitas usai pulang kerja ataupun saat ngumpul.

”Saat itu modal saya hanya Rp 500 ribu. Dan itupun tak belikan box motor hanya dapat 1 biji. Selain itu, supaya bisa terjual kembali, maka barang itu saya kreditkan kepada rekan,” katanya.

Di luar dugaan, banyak angota komunitas yang puas dengan barang yang dijual. Akhirnya, banyak anggota komunitas lain yang tertarik.

”Setelah itu saya juga membelikan produk yang sama. Yakni box motor. Namun saya tambahkan aksesoris lainnya, baik mulai dari sarung tangan, sepatu boat, masker dan lajnnya,” ungkapnya.

Tak pelak, dengan berbagai jenis produk yang dijualnya itulah saat ini ia sudah bisa menjajaki pasaran hingga luar Rembang. Baik Jawa Timur maupun Jawa Tengah.

”Alhamdulillah saat ini produk ini sudah bisa dijangkau oleh orang luar Rembang. Baik itu komunitas motor atau orang umum,” paparnya.

Saat ini konsumennya mencapai 100 orang. Mereka pun ada yang berasal dari komunitas motor dan orang orang umum. Sementara untuk produk yang dijualnya juga harganya bervariasi.

Untuk box motor dijual mulai dari Rp 500 ribu hingga Rp 3 jutaan, jaket Rp 200an ribu, sarung tangan Rp 80 ribu hingga Rp 160 ribu, masker Rp 35 hingga Rp 75 ribu, sepatu Rp 50 ribu, tas tangki Rp 185 hingga Rp 350an ribu, lampu variasi Rp 50 hingga Rp 1 jutaan.

“Rata rata dari 100 konsuemen itu yang kredit yakni di box motor. Itupun yang dikredit harganya Rp 1 jutaan ke atas, dengan jangka waktu 12 bulan atau satu tahunan,” ujarnya.

Saat ini hobi dan sampingan tersebut sudah memiliki toko sendiri, yakni Toko Mifta Givi Pantura di Jalan Slamet Riayadi Desa Ketanggi RT 10 RW 2 Rembang. Setiap bulannya ia berhasil mendapat uang sebesar Rp 15 jutaan.

Editor: Supriyadi

About the Author

-