Published On: Sun, Mar 26th, 2017

Ragil Punya ‘Jimat’ yang Jadikan Kelompok Ternak di Pedalaman Rembang Merambah Ibu Kota

Ragil Bambang Sumantri, Ketua Tani Taruna Tani Margo Mulyo Rembang. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Kalau ditanya mengenai kiat sukses, Ragil Bambang Sumantri (35), selalu merendah diri dan menganggap tak ada yang spesial. Meskipun dari peranannya lah, sebuah kelompok ternak di daerah pedalaman Rembang mampu tampil di kancah nasional.

Dari ketekunananya mengelola dan memanajemen kelompok, Ragil mampu mengantarkan Kelompok Tani Taruna Tani Margo Mulyo, lolos dalam berbagai perlombaan. Kelompok ini bahkan akan menjadi wakil Jawa Tengah untuk perlombaan di tingkat nasional.

Pria yang tinggal di Desa Kemadu RT 3 RW 7, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, ini menyebut kesuksesan tersebut muncul karena adanya kekompakan. Dan kata “kompak” inilah yang menjadi jimat yang selalu dipegangnya, agar kelompok tani yang bergerak dalam bidang peternakan kambing etawa ini tak sia-sia.

“Kelompok ini terbentuk pada tahun 2009-an. Saat ini ada 25 orang anggota yang aktif di dalam kelompok ini. Kami sudah punya puluhan ekor kambing etawa,” katanya.

Dalam mengelola kelompok tani ini, ia berusaha menekan ego masing-masing individu. Pasalnya, bagi dia masing-masing anggota punya peranan masing-masing, tak ada yang lemah atau paling kuat, sehingga kelompok yang dijalankan benar-benar menjadi sebuah “kendaraan” yang efektif untuk mereka.

“Yang namanya kelompok itu harus kompak. Saling memberikan masukan, saling mengingatkan dan saling bekerja keras. Bilamana ada masalah di bidang ternak harus dipecahkan secara bersama-sama,” ungkapnya.

Dari kekompakan inilah tak butuh waktu lama, hingga bisa tampil menjadi terbaik. Setahun setelah berdiri, pada tahun 2010 lalu bisa meraih juara tingkat provinsi. Prestasi yang cukup apik, mengingat umur kelompok ini baru seumur jagung.

Ragil Bambang Sumantri saat mengeluarkan kambingnya dari dalam kandang. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

Prestasinya tak sampai di sini, berkat kekompakan dan jalinan komunikasi yang baik program demi program mampu dilahap dengan baik. hasilnya, pada tahun 2016 lalu kelompok ini mampu mampu keluar sebagai juara tingkat Jawa Tengah.

“Saat itu kami mempunyai 90 ekor kambing etawa, dan alhamdulillah bisa jadi juara. Tahun 2017 ini kami akan mewakili Jawa Tengah maju ke tingkat nasional,” ujarnya.

Keuletan, kekompakan dan saling menghilangkan ego itulah yang digunkan oleh Ragil untuk bisa menjalankan roda organisasi ini. Sehingga rencana dan tujuanpun bisa dicapai dengan baik.

“Kami juga memproduksi susu murni kambing etawa. Dan dijual secara botolan dengan harga Rp 10 ribu per botol yang berukuran 250 mili liter,” ucapnya.

Susu kambing etawa itu diedarkan tak hanya di Rembang, hingga ke beberada daerah seperti Pati, Kudus, Blora, bahkan hingga menyasar Ibu Kota Jakarta dan luar Jawa.

“Alhamdulillah, pangsa pasar kita sudah bisa menembus luar Rembang. Seperti kudus, Pati, Blora dan Jakarta dan luar jawa,” tuturnya.

Susu produksinya ini telah diteliti oleh laboratorium UGM, dan hasilnya diakuinya cukup memuaskan. Dengan kemajuan ternak kambing etawa yang menghasilkan susu murni itulah, ia langsung berpikir untuk merambah ke produk lainya. Seperti halnya sabun mandi dan makanan kecil lainnya.

“Kami juga membuat sabun dari susu kambing. Ini dimulai itu sekitaran tahun 2011 silam. Sabun ini juga sudah diperiksa laboratorium UGM, dan hasilnya juga bagus,” jelasnya.

Kemdian saat ditanya mengenai omzet, ia mengutarakan bahwa dalam satu bulan bisa mencapai Rp 20-an juta. Omzet ini didapatkan dari penjualan produk susu, sabun, hingga produk makanan berbahan dasar susu etawa.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-