Published On: Fri, Mar 31st, 2017
Food | By

Belalang Goreng Sering Bikin Gatal, Tapi Juga Bisa Ketagihan

Menu walang goreng masih sering diburu. Di beberapa daerah bahkan belalang goreng dijadikan lauk makan. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

 

Koran Muria, Grobogan – Banyak orang menganggap belalang goreng merupakan makanan tak lazim. Apalagi tak sedikit orang langsung gatal-gatal dan muncul bentol-bentol setelah makan kuliner ini. Namun, makanan ini juga bikin ketagihan.

Orang yang “kebal” akan kembali terpikat untuk kembali mencari dan menyantap belalang goreng ini. Orang yang tak kebal dan langsung gatal-gatal itu karena orang tersebut alergi.

Belalang atau walang goreng ini, memang yang paling terkenal ada di daerah Gunung Kidul, namun di daerah lain juga banyak yang menjual. Di wilayah pantura timur, seperti Pati, Rembang, Blora, dan Grobogan juga banyak ditemui.

Di Grobogan misalnya, masih cukup banyak ditemukan walang goreng. Biasanya, dijajakan oleh penjual keliling yang memasarkan dagangannya dengan jalan kaki. Ada juga beberapa warung yang menyediakan walang goreng. Namun, porsi yang dijual tidak banyak dan tidak tiap hari tersedia.

Walang goreng ini masih banyak penggemarnya. Indikasinya, cemilan jadul ini pasti ludes dengan cepat dibandingkan jajanan lainnya.

Larisnya walang goreng ini disebabkan menu ini memang enak disantap. Razanya gurih dan lezat. Biasanya, cemilan ini disantap sambil menyeduh minuman hangat.

Selain lezat, walang goreng ternyata juga kaya gizi. Terutama kandungan proteinnya hampir setara dengan daging sapi.

“Camilan walang goreng salah satu favorit saya sejak kecil. Selain murah meriah, rasanya juga lezat,” kata Wardoyo, salah seorang penggemar walang goreng.

Belalang goreng juga dijual dengan kemasan toples plastic. (KORAN MURIA / DANI AGUS)

Sayangnya, tidak semua orang bisa menikmati kuliner khas dan unik ini. Sebab, banyak juga orang yang alergi walang goreng.

Mereka yang alergi ini biasanya merasa gatal-gatal pada kulit tubuhnya tidak lama setelah mencoba makan walang goreng. Kemudian, disusul dengan bentol-bentol merah pada beberapa bagian kulit atau istilah jawa disebut biduren.

“Saya sebenarnya suka walang goreng karena enak rasanya. Tapi, sudah tiga kali nyoba makan selalu gatal-gatal. Katanya, saya alergi dengan makanan ini,” kata Fahmi, warga Surabaya yang bekerja jadi pegawai swasta di Purwodadi.

Dikutip dari panganpedia.com, salah satu penyebab alergi adalah tropomyosin. Tropomyosin adalah protein yang berfungsi untuk kontraksi otot. Tropomyosin umum terdapat pada kecoa, kutu, dan udang.

Penelitian Reese, Ayuso dan Lehrer (1999) membuktikan bahwa beberapa pasien yang alergi kutu debu ternyata juga sensitif terhadap tropomyosin pada seafood. Nah, orang yang memiliki alergi seafood, misalnya, bisa juga alergi saat mengkonsumsi serangga.

Penyebab alergi lainnya adalah senyawa kitin. Kitin adalah senyawa polisakarida yang mengandung nitrogen dan umumnya ditemukan pada jamur, crustacea (misalnya kepiting, lobster, dan udang), serta serangga. Pada beberapa penelitian, kitin dipercaya adalah allergen (Muzzarelli, 2010). Nah, karena itu pastikan Anda tidak punya alergi sebelum memakan belalang goreng.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-