Published On: Tue, Apr 4th, 2017

Ternyata Begini Kunci Abdul Hafidz ’Curi’ Hati Warga Rembang Setelah Jadi Bupati

Bupati Rembang Abdul Hafidz saat bermain rafting bersama warga, belum lama ini. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Cara pemimpin menggaet hati rakyat yang dipimpinnya memang bisa dilakukan dengan berbagai cara. Mulai dari turun langsung dalam program pro rakyat, bernyanyi bersama, hingga menikmati wisata rafting bersama masyarakat.

Hal tersebut sudah dilakukan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Pria asli Kecamatan Pamotan ini bahkan ketagihan mendekatkan diri kepada masyarakat dengan berbagai acara sosial.

Kepada koran Muria, Hafidz mencontohkan, belum lama ini, ia bernyanyi bersama masyarakat saat ada acara diskusi pembangunan di Alun-alun Rembang. Di acara tersebut, ia menyanyikan lagu ’Jangan Begadang’ yang dipopulerkan Raja Dangdut Rhoma Irama.

”Lagu jangan begadang itu mempunyai arti dalam. Disitu kita dianjurkan untuk tidak tidur terlalu malam lantaran tidak baik untu kesehatan. Karena itu di saat begadang, maka harus bisa ada manfaatnya. Bila tak ada manfaatnya maka tak usah dilakukan,” katanya.

Makna lagu tersebut, lanjutnya, rakyat dipersilahkan melakukan kajian. Jika memang harus begadang dipersilahkan. Namun, jika begadang hanya untuk saling menjatuhkan satu sama lain lebih baik tidak usah dilakukan.

Selain acara diskusi yang dilakukan di Alun-alun Rembang, pihaknya juga mendekatkan diri kepada masyarakat dengan mencoba permainan air atau rafting di Waduk Panohan, Kecamatan Gunem.

”Kami memang sempat mencoba permainan air ini di Sungai Waduk Panohan sekaligus membuka wisata baru itu demi masyarakat. Tujuannya ya sama, supaya kita bisa mendekatkan diri secara langsung dengan warga,” ungkapnya.

Dari pantauan di lapangan, meskipun kegiatan rafting dengan menggunakan ban sempat membuat bupati tercebur dan terjungkal ke dalam sungai beberapa kali, namun ia cukup menikmati permainan itu.

”Ya meskipun tadi sempat terjungkal beberapa kali, baik di area turunan air maupun pada saat akan naik kembali ke atas ban. Namun inilah yang kita nikmati. Sebab permainan air ini memang sangat menyenangkan. Terlebih lagi bersama sama warga,” paparnya.

Tak hanya itu, Abdul Hafidz juga sesekali mengundang gelak tawa warga dengan cara memercikan air sungai kepada warga yang menonton di pinggir sungai. Sehingga rasa akrab, rasa kebersamaan pun muncul antara pemimpin dan masyarakatnya.

”Kita harus dekat dengan warga, masyarakat dan sekitarnya. Selain itu, kita juga butuh kritikan yang membangun. Namun kritikan itu bukan harus bersifat memojokan atau juga memfitnah,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-