Published On: Thu, Apr 13th, 2017

Pratikno, Angkat Sejarah dan Wisata Rembang melalui Seni Lukis

Pratikno ketua MGMP Rembang sedang memarkan hasil karya lukisan guru seni budaya di pameran pendidikan Rembang. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO).

 

Koran Muria, Rembang – Mengangkat sejarah dan mengenalkan tempat wisata di sebuah kabupaten memang tak semudah membalikkan tangan. Butuh kerja keras dan penyamaan persepsi di semua lini, supaya kearifan lokal ini bisa dikenal masyarakat luas.

Hal tersebut sepertinya sudah sangat melekat di diri Pratikno, Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) tingkat SMP dan MTs se-Rembang periode 2017-2020. Dengan wadah organisasinya itu, ia mencoba merangkul guru seni budaya untuk mendongkrak sejarah dan wisata di Kota Garam.

”Untuk mengembangkan potensi Rembang memang harus secara bersama sama. Tidak bisa secara individu atau perseorangan. Karena itu saya selalu mengikut sertakan guru seni budaya untuk menggali potensi Rembang. Baik dari sejarahnya ataupun pariwisatanya,” kata pria yang tinggal di Desa Soditan, Kecamatan Lasem ini.

Untuk mendongkrak dua hal itu, lanjutnya, ia tak pernah bosan mengajak guru seni budaya ke tempat bersejarah atau wisata yang ada di Rembang. Selain untuk mengingatkan kembali kehebatan para pendahulu, langkah tersebut juga bisa menggugah intuisi untuk berkarya.

”Saat ada waktu luang guru guru seni budaya ini saya ajak ketemuan di beberapa tempat. Misalkan saja di Lasem atau tempat wisata Rembang yang bisa diangkat kembali supaya bisa dikenal,” ungkap guru SMPN 3 Rembang.

Sejauh ini, Pratikno yakin setiap guru seni budaya mempunyai skill yang baik. Terutama dalah hal melukis. Karena itu, di setiap tempat yang dikunjungi ia mengajak semua guru melukis untuk diperlihatkan kepada khalayak umum.

Hasilnya luar biasa. Dengan tangan kreatif yang dimiliki masing-masing guru seni budaya itu, berbagai lukisan apik dengan panorama tempat wisata bisa diselesaikan. Beberapa di antaranya adalah lukisan pemandangan watu layar Binangun Lasem, kelenteng kuno yang ada di Desa Babagan, kecamatan Lasem, Museum Kartini, dan beberapa tempat lainnya.

”Semua lukisan ini akan dijadikan media sosialisasi kepada masyarakat umum. Dengan lukisan itu, kami ingin berpesan jika Rembang ini memiliki banyak potensi yang bisa dinikmati,” paparnya.

Sementara itu saat disinggung program jangka panjang, ia juga ingin menggugah pengetahuan para pelajar untuk cinta terhadap daerah sendiri. Salah satunya dengan mengajarkan seni lukis kepada siswa secara teratur.

“Saya ingin mengajarkan siswa untuk melukis tempat sejarah yang ada di Lasem. Seperti halnya lawang ombo, omah londo san sejenisnya. Dengan begitu, anak-anak bisa tahu akan sejarah dan seluk beluk tempat yang dikunjungi. Sementara hasilnya lukisannya bisa dipajang dalam pameran pendidikan yang ada di Rembang. Itu harapan saya,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

 

About the Author

-