Published On: Sun, Apr 23rd, 2017

Cemoohan Orang Jadikan Saswati Ibu Cerdas dari Rembang Tercambuk, dan Hasilnya Mengejutkan

Saswati Ningrum (36) pemilik Saras Modis, ia memiliki usaha konfeksi yang rata-rata pekerjanya orang cacat yang berasal dari wilayah setempatnya. (KORAN MURIA / EDY SUTRIYONO)

 

Koran Muria, Rembang – Adalah Saswati Ningrum (36) pemilik konfeksi “Saras Modist” di Desa Sendang Mulyo, RT 4 RW 3, Kecamatan Bulu, Rembang. Untuk mengembangkan usahanya ini Saswati selalu mencari karyawan yang rata-rata mempunyai berkebutuhan khusus atau cacat.

Saswati merupakan salah satu “Kartini” modern yang atas kegigihannya mampu mendapat penghargaan sebagai Ibu Cerdas Indonesia. Perempuan di Rembang ini sangat peduli dengan sesamanya, terutama orang-orang berkebutuhan khusus.

Menurutnya, orang cacat fisik mempunyai kemauan dan kemampuan yang lebih kuat dibandingkan orang normal, jika diperkerjakan dan diarahkan dengan baik. Fisik yang kurang sempurna, bukan menjadi halangan untuk maju.

Dan ini juga yang dirasakan Saswati. Ia sendiri juga mengalami kecacatan di bagian kaki. Dulu sebelumnya usaha yang digelutinya sukses, Saswati juga sering menjadi bahan cemoohan dan hinaan orang lain.

“Dulu saat lulus SMP sekitar tahun 2006, saya sering dicemooh orang, dihina orang lantaran kondisi fisik saya yang cacat di bagian kaki. Namun itu saya anggap sebagai motivasi saja,” katanya kepada Koran Muria, Minggu (23/4/2017).

Hinaan yang ia terima, ia anggap sebagai cambuk untuk membuktikan bahwa ia mampu. Saswati kemudian mengikuti berbagai kursus-kursus untuk membangkitkan kreativitasnya, seperti kursus menjahit. Kursus yang diikutinya pun kursus yang gratis. Meski demikian, dari bekal itu Saswati bisa mengembangkan kreativitasnya.

“Saya dahulunya sesuai lulus SMP menjalani kursus bordir di wilayah Solo maupun Yayasan Yakum di Semarang. Dan akhirnya alhamdulillah, hasilnya bisa saya kembangkang saat ini,” ucapnya.

Saat ini konfeksi Saras Modits yang ia didirikan beberapa tahun lalu sudah mempunyai lima orang karyawan. Semua karyawannya merupakan orang-orang berkebutuhan khusus.

“Rata-rata karyawan saya itu seperti saya (cacat). Yang penting kita sebagai seseorang yang pernah dihina, dicemooh orang bisa saling bahu membahu, tolong-menolong sesama orang cacat supaya bisa membuktikan kepada orang lain,” ujarnya.

“Semua cemoohan, hinaan akan kita buat cambuk, buat motivasi untuk maju dan sukses. Selama kita yakin dan berkemauan keras untuk maju,” bebernya.

Perlu diketahui, Saswati Ningrum ini juga salah satu wanita yang mendapatkan penghargaan dengan kategori Ibu Cerdas Indonesia pada saat Hari Kartini beberapa hari lalu.

Editor : Ali Muntoha

About the Author

-