Published On: Sun, May 21st, 2017

Usaha Batik Lasem Kian Hari Kian Menguntungkan

Batik Lasem dapat dibuat busana modern. Selain itu juga bukan sekadar untuk busana acara formal. Melainkan bisa dijadikan busana anak-anak modern. (KORAN MURIA/EDY SUTRIYONO)

Koran Muria, Kudus – Usaha batik yang dahulunya sempat tersendat lantaran sepi peminat, kini bisa menjadi andalan untuk menunjang perekonomian masyarakat. Setelah kejayaanya sempat terbenam, popularitas batik kini kembali menanjak.

Alhasil usaha batik kembali menemukan pasarnya tersendiri, salah satunya batik Lasem. Seperti halnya yang dilakukan Sophieat (45) warga Desa Gemblengmulyo RT 4 RW 2, Kecamatan Pancur, Rembang ini. Usaha batiknya kini semakin berkembang.

Sophieat mengatakan, saat ini peminat batik memang bukan berasal dari kalangan tua saja. Melainkan juga di segala usia. Ini yang menjadi peluang untuk mengembangkan usahanya.

“Batik zaman sekarang kan bukan hanya sekadar dibuat busana ala Jawa. Namun kain batik saat ini kan bisa dipadu padankan dengan busana modern. Misalkan saja dipadu dengan celana jeans, bawahan rok atau yang lain. Sehingga batik sekarang bisa dibuat simpel dan bukan pakaian formal saja,” paparnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai jumlah penjualan kain batik dalam sehari, wanita yang sudah menjalani usaha batik selama 10 tahun ini mengutarakan bahwa setiap hari bisa mendapat uang Rp 2,5 juta hingga Rp 3 juta.

“Itu dari hasil penjualan kain batik dari berbagai harga. Baik yang seharga Rp 250 ribu per potong hingga harga lainnya. Dan itupun belum dipotong biaya karyawan dan bahan baku lainnya,” paparnya.

Di sisi lain, untuk menangkap peluang yang lainnya, ia juga sering mengikuti bahkan mengikutkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan-pelatihan.

“Peluang usaha batik Lasem saat ini memang sangat besar. Terlebih saat ini batik Lasem sudah booming. Sehingga di setiap pelatihan baik itu UMKM maupun manajemen dan penjualan kita ikuti. Supaya kita juga bisa mempunyai ilmu, karyawan juga bisa mempunyai pengalaman yang baik lagi,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

 

About the Author

-