Published On: Sun, Nov 26th, 2017

Sasar Wajib Ber-KTP di Kalangan Pelajar, Disdukcapil Kudus Jemput Bola ke Sekolah

Petugas Disdukcapil Kudus melakukan perekaman di salah satu sekolah di Kudus. (Disdukcapil Kudus)

 

Koran Muria, Kudus -Proses validasi terhadap data kependudukan warga, sangat penting dilakukan sejak dini. Salah satunya menyasar kepada anak-anak usia sekolah menengah atas.

Ini yang menjadi perhatian dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kudus, yang menyasar anak-anak sekolah yang sudah wajib memiliki kartu tanda penduduk (KTP).

Petugas dari Disdukcapil melakukan upaya jemput bola kepada anak-anak sekolah di tingkat atas, yang memang sudah wajib ber-KTP. Cukup dengan membawa fotokopi kartu keluarga (KK), maka anak-anak sekolah tersebut bisa memiliki KTP mereka sendiri.

”Salah satu tugas kita memang melakukan validasi kepada anak-anak sekolah yang sudah wajib KTP. Kita datangi sekolah mereka, dan melakukan perekaman. Sudah banyak sekolah yang kita datangi sejauh ini,” kata Kepala Disdukcapil Kudus Hendro Martoyo melalui Sekretarsi Dinas Putut Winarno.

Siswa yang didatangi tersebut, cukup menunjukkan fotokopi KK mereka, sebelum melakukan perekaman. Pihak sekolah berfungsi untuk menjembatani antara pihak dinas dengan siswa yang ada.

Petugas juga melakukan sosialisasi untuk mengingatkan mereka, akan pentingnya memiliki dokumen administrasi kependudukan. ”Kalau yang sudah wajib KTP biasanya adalah siswa yang ada di tingkat akhir. Mereka ini kan, akan lulus sekolah. Sehingga memerlukan dokumen kependudukan untuk keperluan mereka selanjutnya,” jelasnya.

Apalagi, menurut Putut, pengurusan adminduk adalah sebuah hal yang harus dilakukan warga negara. Pemerintah kemudian membuat prosesnya semakin mudah. Pelayanan adminduk sudah diamanatkan dalam undang-undang, peraturan presiden, hingga surat edaran menteri. Hal itu tertuang pada Surat Edaran Menteri Dalam Negeri RI (Mendagri) Nomor 471/1768/SJ tertanggal 12 Mei 2016, menindaklanjuti Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 25 Tahun 2008 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pendaftaran Kependudukan. Semua demi melaksanakan Undang-Undang Nomor 23/2006 dan Undang-Undang Nomor 24/2013 tentang Administrasi Kependudukan.

Siswa sekolah yang didatangi petugas, mengaku senang dengan adanya layanan ini. Amel, salah satu siswa di sebuah SMA di Kudus, mengatakan jika dirinya terbantu karena petugas datang langsung ke sekolah.

”Jadi, saya tidak perlu datang ke kantor dinas sana untuk buat KTP. Apalagi waktunya kan, kadang tidak bisa. Senang petugasnya yang datang ke sekolah. Kan, habis ini saya pasti butuh KTP buat mendaftar kuliah nanti,” terangnya.

Editor: Supriyadi

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>