Published On: Fri, Jan 31st, 2020

Cara Menghitung Lembur Karyawan Harian sesuai Peraturan di Indonesia


Foto : Talenta CEO Power breakfast.

Koran Muria – Dalam rangka menambah produktivitas kerja, seorang karyawan diharuskan untuk menambah jam kerja harian. Dari sisi perusahaan, lembur kerja memang dinilai lebih efektif jika dibandingkan menambah karyawan baru. Setiap perintah kerja lembur harus mengikuti ketentuan yang tertuang dalam Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan Pasal 78 Ayat (1) huruf a. Ketentuan tersebut menyatakan bahwa pengusaha yang mempekerjakan karyawan melebihi standar waktu kerja maka harus memenuhi syarat, yaitu ada persetujuan pekerja/buruh yang bersangkutan untuk mau kerja lembur.

Ketentuan kerja lembur, perhitungan upah lembur, dan dasar hukum kerja lembur adalah hal yang sangat penting diketahui oleh seorang manajer. Hal ini dilakukan agar mekanisme pelaksanaan kerja lembur bisa berjalan dengan baik. Regulasi tersebut juga penting diketahui oleh pekerja, sehingga mereka tahu apa saja yang berhak mereka dapatkan ketika melakukan pekerjaan lembur. Berapakah besaran upah lembur yang menjadi hak karyawan? Bagaimana perhitungannya?

Kriteria Lembur Berdasarkan Jam Kerja

Ketentuan mengenai lembur telah diatur dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor KEP. 102/MEN.VI.2004 Pasal (1) yang menyatakan bahwa:

  1. Waktu lembur adalah waktu kerja yang melebihi 7 (tujuh) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 6 (enam) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  2. 8 (delapan) jam sehari dan 40 (empat puluh) jam 1 (satu) minggu untuk 5 (lima) hari kerja dalam 1 (satu) minggu; atau
  3. Waktu kerja pada hari istirahat mingguan dan.atau pada hari libur resmi yang ditetapkan pemerintah.

Peraturan Menteri KEP. 102/MEN/VI/2004 Pasal (3) menjelaskan bahwa waktu kerja lembur tidak boleh melebihi 3 (tiga) jam per hari atau 14 (empat belas) jam dalam 1 (satu) minggu, kecuali kerja lembur yang dilakukan di hari Minggu atau libur nasional. Selain itu, perusahan wajib memberikan hak-hak pekerja lembur, seperti waktu istirahat yang cukup, makanan, dan minuman minimal 1.400 kalori bagi yang lembur 3 jam atau lebih, dan upah lembur.

 

Sistem Lembur yang Sering Dipakai Perusahaan

Di Indonesia sendiri, terdapat 2 (dua) sistem lembur yang sering dipakai perusahaan di Indonesia yaitu lembur task force atau lembur yang diberlakukan saat momen tertentu seperti saat audit laporan keuangan atau tutup buku akhir tahun. Dan yang kedua lembur stand by atau call out yang biasanya berlaku pada karyawan operasional pabrik. Di mana, karyawan akan masuk dan pulang sesuai jam kerja normal yang berlaku, Dan sesampai di rumah atau saat akhir pekan, mereka harus siap jika mendapat panggilan dari perusahaan.

 

Perhitungan Lembur di Hari Kerja

 

Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
Jam ke-1 lembur 1,5 x Upah 1 jam 1,5 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-2 lembur dan seterusnya 2 x Upah 1 jam 2 x 1/173 x Upah sebulan

Misalnya, Budi bekerja di pabrik tekstil dengan aturan 6 hari kerja dengan upah harian sebesar Rp100.000 sudah termasuk gaji pokok dan tunjangan tetap. Upah Budi dibayarkan setiap Hari Sabtu. Pada minggu ini, dia lembur selama tiga hari pada hari Senin, Rabu, Jumat, masing-masing 3 jam. Berapa upah lembur yang berhak Budi dapatkan?

Upah Budi per bulan = 25 x Rp100.000 = Rp2.500.000

Upah Budi per jam = 1/173 x Rp2.500.000 = Rp14.450

Upah Budi lembur per hari (3 jam)

1 jam pertama = 1 x 1,5 x Rp14.450 = Rp21.675

2 jam berikutnya = 2 x 2 Rp14.450 = Rp57.800

Total upah lembur 3  jam = Rp79.475

Total upah lembur 3 hari = 3 x Rp79.475 = Rp283.425

 

Perhitungan Lembur di Hari Libur

Apabila kerja lembur dilakukan pada hari libur, maka perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

  • Untuk karyawan yang bekerja 7 jam per hari, 6 hari kerja dalam seminggu:
Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
7 Jam pertama 2 kali upah per jam 7 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-8 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-9 s/d jam ke-10 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan

 

  • Untuk karyawan dengan sistem kerja 8 jam per hari, 5 hari kerja dalam seminggu:
Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
8 Jam pertama 2 kali upah per jam 8 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-9 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-10 s/d jam ke-11 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan

 

  • Untuk waktu lembur pada hari libur resmi pemerintah:
Waktu kerja lembur Upah lembur Rumus perhitungan
5 Jam pertama 2 kali upah per jam 5 jam x 2 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-6 3 kali upah per jam 1 jam x 3 x 1/173 x Upah sebulan
Jam ke-7 s/d jam ke-8 4 kali upah per jam 1 jam x 4 x 1/173 x Upah sebulan

 

Misalnya, Amal adalah pekerja di pabrik mebel, dia bekerja 6 hari seminggu dengan upah harian Rp100.000, sudah termasuk tunjangan tetap. Untuk memenuhi target produksi, minggu ini Amal diminta untuk bekerja lembur 9 jam pada hari Minggu. Berapa upah lembur yang berhak didapatkan Amal?

 

Sesuai dengan rumus, maka upah lembur Amal adalah;

7 jam kerja x 2 x 1/173 x Rp2.400.000 = Rp194.219

1 jam x 3 x 1/173 x Rp2.400.000 = Rp41.618

1 jam x 4 x 1/73 x Rp2.400.000 = Rp55.491

Jadi, total upah lembur yang berhak didapatkan Amal pada Hari Minggu adalah Rp291.328

 

Perhitungan di atas memang terlihat mudah dan  bisa dilakukan dengan cepat, apalagi kalau yang melakukan adalah seorang HR yang ahli. Namun, bisa dibayangkan ketika HR ahli ini bekerja untuk menghitung lembur ribuan karyawan? Berapa banyak waktu yang harus dihabiskan? Tidak banyak jika menggunakan bantuan HR software yang kini sudah banyak ditemukan di Indonesia, salah satunya adalah Talenta. Dengan software HR dan payroll inilah, HR tidak lagi perlu menghitung upah lembur secara manual. Di mana, software ini akan membantu mengintegrasikan data absensi dan menghitung lembur sesuai data tersebut, dan akan langsung terintegrasi dengan pembayaran payroll. Ajukan demo Talenta sekarang!

About the Author

Leave a comment

XHTML: You can use these html tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>